Laman

"The king's house has three hundreds and thirty pillars as thick as a wine cask, and five fathoms high, and beautiful timberwork on the top of the pillars, and a very welll built house. The city is two day's journey from the chief port , which is called Calapa".(Tom Pires, 1513)

Senin, 26 Desember 2011

Kerajaan Sunda Galuh, Skandal Seks dan Perang Saudara (3)


Saat itu tahun 723 M, Dinasti Umayah sedang berkuasa di Jazirah Arab. Pada saat yang sama, Kerajaan Galuh di perintah oleh Purbasora, dan Kerajaan Sunda dipimpin Tarus Bawa yang sudah uzur. Pada tahun itu Tarus Bawa wafat.  Konstelasi politik di Bumi Parahyangan langsung berubah....

Sanjaya kemudian naik tahta menggantikan Tarus Bawa. Hubungan Sunda Galuh yang selama ini adem ayem langsung memanas. Dan benar saja, Sanjaya yang lama memendam dendam terhadap Purbasora, Raja Galuh yang telah menggulingkan ayahnya, Bratasena, langsung mengerahkan pasukan untuk menggempur Galuh. Di bantu Kerajaan Bumi  Sembara, dan Bumi Mataram (pecahan Kerajaan Kalingga, Jawa tengah sekarang) Galuh porak poranda, dan Purbasora tewas di tangan Sanjaya. ini terjadi tahun726 M.

Dengan demikian penyatuan pertama Galuh Sunda terjadi pada jaman Sanjaya ini. Mahkota Galuh diserahkan kepada Premana Dikusuma (726-732), Cucu Purbasora sendiri. Namun pemerintahan sehari hari diserahkan kepada Tamperan Bramawijaya, buah perkawinan Sanjaya dengan cucu Tarus Bawa, Sekar Kencana. Perang telah usai, tapi skandal seks jilid 2 baru saja dimulai....

Untuk menjamin stabilitas Kerajaan Galuh sehabis perang, Sanjaya kemudian menjodohkan Premana Dikusuma, dengan Dewi Pangreyep, keponakannya yang juga cicit Tarus Bawa. Namun suasana istana negeri jajahan, membuat Premana lebih banyak meluangkan waktu untuk bertapa di tepi timur Sungai Citarum. Situasi yang mendorong terjadinya sekali lagi skandal seks di Istana. Kali ini antara Dewi Pangreyep dan Tamperan Brawijaya.

Untuk menutupi skandal memalukan ini, Tamperan menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi Premana yang sedang bertapa. Lalu disusun skenario bahwa Tamperan berhasil menewaskan pembunuhnya. Kemudian mengambil tindakan 'heroik' dengan mengawini sekaligus dua janda Premana. Dia kemudian dinobatkan menjadi raja Galuh, sekaligus Raja Sunda. Suatu tindakan yang dianggap cerdik pada mulanya.

Namun skandal melahirkan peperangan lagi.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer