Laman

"The king's house has three hundreds and thirty pillars as thick as a wine cask, and five fathoms high, and beautiful timberwork on the top of the pillars, and a very welll built house. The city is two day's journey from the chief port , which is called Calapa".(Tom Pires, 1513)

Rabu, 28 Desember 2011

Kerajaan Sunda Galuh, Akhir Sebuah Era



Mahaprabu Wastukencana yang berkuasa atas Kerajaan Sunda dan Galuh menjelang akhir hayatnya membagi kerajaan menjadi dua bagian: Sebelah barat Citarum, kerajaan Sunda diberikan kepada Haliwungan atau Prabu Susuktunggal, anak dari istri Ratna Sarkati. Sebelah timur Citarum, Kerajaan Galuh kepada Dewa Niskala, anak dari istri Mayangsari. Kedua Kerajaan berdiri sejajar. Kerajaan Sunda Galuh kembali ke masa pemecahan, kali ini karena amanat Wastukencana.

Skandal terjadi di Kawali. Perang Bubat ternyata masih menyisakan soal. Diawali dengan pelarian pembesar Majapahit ke Galuh. Waktu itu memang sedang terjadi huru hara akibat perebutan kekuasaan di Majapahit. Pelarian disambut baik di Galuh. Yang jadi soal adalah Dewa Niskala mengawini salah seorang pembesar Majaphit tersebut, sesuatu yang diharamkan sejak Bubat. Lebih lebih lagi wanita itu telah bertunangan.

Akibat pelanggaran kode etik itu, Prabu Susuktunggal menjadi murka dan berniat menyerbu Galuh. Namun perang dapat dicegah, dan pihak pihak bersengketa duduk di meja perundingan. Hasil kesepakatan adalah baik  Susuktunggal ataupun Dewa Niskala harus mengundurkan diri sebagai raja di kerajaan masing masing. Sebagai gantinya mereka menunjuk Jayadewata yang merupakan anak Dewa Niskala sekaligus mantu Susuktunggal.

Akhirnya Kerajaan Sunda Galuh kembali dilebur dengan raja Jayadewata, Sribaduga Maharaja, Prabu Siliwangi, dengan ibukota Pakuan. Maka lahirlah Kerajaan Pajajaran.....

Raja-raja Sunda-Galuh setelah Sri Jayabupati
No
Raja
Masa pemerintahan
Keterangan
1
Darmaraja
1042-1065
2
Langlangbumi
1065-1155
3
Rakeyan Jayagiri Prabu Ménakluhur
1155-1157
4
Darmakusuma
1157-1175
5
Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu
1175-1297
6
Ragasuci
1297-1303
7
Citraganda
1303-1311
8
Prabu Linggadéwata
1311-1333
9
Prabu Ajiguna Linggawisésa
1333-1340
menantu no. 8
10
Prabu Ragamulya Luhurprabawa
1340-1350
11
Prabu Maharaja Linggabuanawisésa
1350-1357
wafat dalam Perang Bubat
12
Prabu Bunisora
1357-1371
paman no. 13
13
Prabu Niskala Wastu Kancana
1371-1475
anak no. 11
14
Prabu Susuktunggal
1475-1482

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer