Laman

"The king's house has three hundreds and thirty pillars as thick as a wine cask, and five fathoms high, and beautiful timberwork on the top of the pillars, and a very welll built house. The city is two day's journey from the chief port , which is called Calapa".(Tom Pires, 1513)

Senin, 26 Desember 2011

Kerajaan Kendan.


Sejak Dewawarman I  memperkenalkan sistem kerajaan di tatar Sunda, maka bermunculanlah kerajaan kerajaan kecil yang berafiliasi kepada kerajaan lebih besar atau induk. Pada jaman Salakanagara, kita mengenal dua kerajaan bawahannya yaitu Kerajaan Ujung Kulon dan Kerajaan Tanjung Kidul.

Pada Masa dinasti Tarumanagara, kerajaan kerajaan kecil ini membengkak hingga 47 kerajaan. Salah satunya adalah Kerajaan Kendan. Adalah Manikmaya, seorang brahmana dari Calakayana, yang ditikahkan dengan Dewi Tirtakencana, puteri Raja ke-7, Suryawarman. Pasangan ini kemudian dikaruniai tanah di Kendan (kurang lebih Nagreg sekarang) lengkap dengan pasukan perang dan perangkat istana. Jadilah Kerajaan Kendan dengan Manikmaya sebagai raja pertama (536-568).

Setelah Manikmaya wafat, kedudukannya digantikan Rajaputra Suraliman Sakti (568-597), anaknya yang lebih banyak melewatkan waktu di Tarumanagara dengan sang kakek, Suryawarman. Beliau menikah dengan Dewi Mutyasari dari Kerajaan Kutai keturunan Kudungga.

Sepeninggalan Rajaputra, Kepemimpinan berpindah ke tangan Putra sulungnya, Kandiawan yang telah menjadi raja di Medang Jati.

Selanjutnya, inilah Medang Jati...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer