Laman

"The king's house has three hundreds and thirty pillars as thick as a wine cask, and five fathoms high, and beautiful timberwork on the top of the pillars, and a very welll built house. The city is two day's journey from the chief port , which is called Calapa".(Tom Pires, 1513)

Senin, 26 Desember 2011

Kerajaan Sunda Galuh, Skandal Seks dan Perang Saudara (2)


Suksesi di Kerajaan Galuh berlangsung hiruk pikuk diselingi dengan skandal seks putera mahkota Amara. Namun sejak Amara naik tahta hingga wafatnya tidak terjadi huru hara yang berarti. Tetapi ketika Amara mangkat pada tahun 709 M, dan Bratasenawa naik tahta, timbul kontroversi tentang siapa yang berhak menduduki tahta Galuh.

Walaupun Bratasenawa anak Amara, dia lahir dari hubungan tidak sah dengan kakak iparnya, Pohaci Rababu, istri Sempak Waja. Anak Sempak Waja 'yang asli' yaitu Purbasora dan Demunawan merasa lebih berhak atas tahta Galuh. Pada tahun 716 Purbasora berhasil menyingkirkan Sena (Sang Salah) dengan didukung Kerajaan Indraprahasta (mertua Purbasora), Kerajaan Kuningan (mertua Demunawan), dan Bimaraksa (putera Jantaka dari kerajaan Denuh). Perang saudara dahsyat terjadi. Sena melarikan diri ke Bumi Mataram, berlindung ke mertua sekaligus ibu tirinya, Dewi Parwati dan bertemu kembali dengan anaknya, Sanjaya.

Hampir terjadi perang antara Galuh dan Sunda. Namun karena kudeta sudah terjadi, dan Sena dinyatakan selamat, pasukan Sunda urung bertempur. Legitimasi pasukan Sunda mengerahkan pasukan karena Bratasenawa adalah besan Tarus Bawa karena Sanjaya, anak Bratasenawa menikah dengan Sekar Kencana, cucu Tarus Bawa. 

Jadi begitulah riwayat kakak beradik Sempak Waja, Jantaka, dan Amara yang kisruh sedari awal. Kekisruhan yang dilanjutkan anak anak mereka Purbasora, Demunawan, Bimaraksa, dan Bratasenawa. Terus berlanjut hingga cucu cucu mereka, Sanjaya, Wijayakusuma, bahkan hingga cicit mereka, Premana Dikusuma, Tamperan Bramawijaya, bahkan setelah itu, Manarah dan Banga. Skandal seks yang membawa masalah hingga empat generasi sesudahnya.

Singkat cerita, Purbasora berhasil memduduki tahta Galuh (716-726). Namun perang saudara dahsyat yang kedua kali sedang menanti.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer