Laman

"The king's house has three hundreds and thirty pillars as thick as a wine cask, and five fathoms high, and beautiful timberwork on the top of the pillars, and a very welll built house. The city is two day's journey from the chief port , which is called Calapa".(Tom Pires, 1513)

Kamis, 22 Desember 2011

Pengantar.


Kurun waktu 100 - 1800 M bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah kerajaan. Kerajaan itu bernama Kerajaan Sunda yang dimulai dengan dengan nama Salakanagara, disusul Tarumanegara, bertahan hampir 900 tahun dengan nama Sunda - Galuh dan kemudian Pajajaran, disambung dengan Sumedang Larang, Kesultanan Banten dan Cirebon sampai tahun 1800-an. Sempat  dijajah Belanda selama hampir 350 tahun, akhirnya bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang.

Jatuh bangun dialami Kerajaan di tatar Sunda ini. Dimulai dari kolaborasi antara Dewawarman - pemimpin tim ekspedisi dari Pallawa, India - dengan penduduk asli bernama Aki Tirem yang mendirikan kerajaan dengan nama Salakanagara ( negeri perak ). Ini terjadi pada tahun 130 M. Lokasi kerajaan kurang lebih berada di Pandeglang sekarang. Kerajaan ini bertahan selama 232 tahun mulai pemerintahan Dewawarman I sampai Dewawarman VIII. 

Kerajaan Salakanagara berganti menjadi Kerajaan Tarumanegara dan diperintah oleh dinasti Jayasingawarman  mulai 358 M dan bertahan hingga tahun 669 M dengan raja terakhir Linggawarman. Dinasti ini sangat dikenal melalui raja ketiganya yaitu Purnawarman. Beliaulah yang pertama kali memunculkan nama Sunda melalui penamaan ibu kota Sundapura, sekitar Bogor sekarang.

Pamor Kerajaan Tarumanegara akhirnya meredup sehingga pecah menjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh yang bertahan hingga 9 abad. Setelah Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi bertahta, maka Kerajaan lebih dikenal dengan nama Pajajaran. Setelah itu tatar Sunda mengalami masa Kesultanan Islam.

Selama masa masa panjang Kerajaan Sunda, banyak peristiwa monumental terjadi. Salah satu yang paling dikenang sampai sekarang adalah perang bubat. Sebuah tragedi yang bahkan tetap menjadi kontroversi sampai kini.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer